Laman

Showing posts with label Musik. Show all posts
Showing posts with label Musik. Show all posts

16 June 2013

Dasar Pembentukan Tangga Nada & Chord



Dasar Pembentukan Tangga Nada & Chord
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoDpzjBjypy-I0hJeuBuzAK3k7dk8SAH8dNMUxaoHz6N44yHkXUMyPx5oeAiVj9Ko8Thzj8i-S9E7Oc5cE_0wOhOuHZQ-pTB3wr8Nr89xbSpfULAxBdDLNBElqjXhbtl2JhPt3-NJWfxQ/s1600/broken-piano.jpg

Salah satu metode yang digunakan dalam membuat lagu adalah dengan cara menentukan kord di awal, lalu mulai memasukkan nada vokal dan berlanjut ke aransemen musik. Mengerti dasar pembentukan kord akan sangat membantu dalam menciptakan sebuah lagu.

Dalam membuat lagu, pemilihan kord dapat menentukan suasana hati yang ingin kita sampaikan kepada pendengar, inilah salah satu pentingnya kita mengerti bagaimana kord terbentuk. Itu sebabnya di sini akan dibahas konsep dasar nada-nada yang dapat dengan mudah dimengerti. Bagi yang mengikuti Tutorial Membuat Lagu Menggunakan Fruityloops, disarankan mengikuti tutorial ini.

Ilustrasi di sini menggunakan software FL Studio, Anda bisa download FL Studio agar dapat mengikuti tutorial dengan langsung praktek jika tidak memiliki instrumen, khususnya piano/keyboard. Langkahnya, terlebih dahulu kita bahas tentang pembentukan tangga nada.

TANGGA NADA

Perlu diketahui dalam sebuah instrumen terdapat total 12 nada setiap oktafnya. Supaya tidak bingung Anda bisa buktikan dengan menghitung jumlah tuts pada piano/keyboard.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB8YCbBW8kTSDOeC8BxXKHt3l2B0-QSLfUP9GLeqfQ3h0ip3wNYtru0oi5d517qoEdebj4ktK8QhCiIIOkDCVdizMeokcElQh6JAak8nMW4vJplDGGeG2Yrb15B6Z4ioq1PquwDPBZAoA/s320/gambar1.jpg
Keyboard (Gambar 1)
Pada “gambar 1“, kotak berwarna menunjukkan oktaf, merah oktaf pertama, kuning oktaf kedua, hijau oktaf ketiga. Total oktaf dalam gambar keyboard di atas adalah 3 oktaf dengan total tuts berwarna putih dan hitam adalah 12 dalam setiap oktafnya.

Setiap tuts merepresentasikan nadanya masing-masing, berikut ini nama dari nada setiap tuts pada keyboard:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGEFuTPJkPdr6t3BIfMoQusD2NysbMI791TK4yisrWDBzyB8wvxyGNSoyoTZnt0a2eM1eDVxM-0nVOQKyic95Q0XMKyHIerws1D6KK2vxc4LtOlTVU5cks6cXaOJXJbiq9gI6WMkpUtWI/s400/gambar2.jpg
Keyboard Key (Gambar 2 - klik untuk memperbesar gambar)
Dalam “gambar 2” terdapat 2 oktaf tuts keyboard dengan nama nadanya masing-masing. Angka-angka di belakang setiap nama nada menunujukkan oktaf.

Sebelum membuat kord kita juga harus mengerti tangga nada. Pasti Anda sudah mengerti sedikit banyak tentang tangga nada dasar yang Anda pelajari sewaktu kecil (do re mi fa sol la si do). Rata-rata setiap orang dapat melantunkan sol mi sa si di luar kepala, ini menunjukkan musik sudah melekat erat dalam hidup kita semua.

Kembali ke tangga nada, nada “do re mi fa sol la si do” adalah bebrapa yang diambil dari 12 nada yang sudah diterangkan sebelumnya. Pertanyaannya, bagaimana cara membentuk tangga nada ini pada instrumen.

Perhatikan tuts mana saja yang ditekan, ini disebut tangga nada mayor diatonik dengan nada dasar C.
Pola interval dari tangga nada ini adalah 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½. Bingung apa itu pola interval? Perhatikan video sekali lagi. Dalam video, lihat perpindahan nada satu ke lainnya, Anda akan melihat perpindahan C4 ke D4 melompati nada C#4, ini yang disebut 1 interval/note. Saat kita lihat perpindahan dari E4 ke F4 dan B4 ke C5 tidak ada nada yang dilompati, inilah yang disebut ½ interval/ note.

Di dalam video merupakan tangga nada C, kenapa disebut C karena nada dasar/'do' dimulai dari nada C. Jika DO dimulai dari F akan membentuk tangga nada F. Lalu bisakah kita membuat tangga nada diatonik yang dimulai dari D, E, F dan lain-lain? Jawabannya BISA, Anda dapat membuat tangga nada dimulai dari manapun sesuai kebutuhan. Syaratnya mulailah nada di manapun dengan pola interval 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½.

Pemilihan nada dasar biasanya dilakukan untuk menyesuaikan lagu dengan karakter vokal penyanyinya, penyanyi dengan suara berat akan lebih cocok untuk menggunakan nada dasar yang lebih rendah dan sebaliknya. Dari pernyataan ini dapat ditarik kesimpulan, semua lagu dapat kita rubah nada dasarnya, menjadi lebih tinggi atau lebih rendah.

Tangga nada mayor diatonik hanyalah satu dari berbagai macam tangga nada, untuk pemula mengerti tangga nada mayor diatonik saja sudah cukup untuk syarat membuat lagu. Tangga nada jenis lainnya memiliki karakter yang berbeda-beda, yang pasti perbedaan mendasar antara satu tangga nada dengan lainnya adalah Pola Intervalnya.

CHORD

Setelah mengerti konsep membuat tangga nada, sekarang saatnya kita belajar membuat kord. Sebelum melangkah lebih jauh mari kita simak definisi dari kord itu sendiri.

Kord adalah gabungan dari tiga buah nada atau lebih yang bunyi secara bersamaan. Nada-nada dalam sebuah kord juga dapat bunyi secara bergantian membentuk sebuah melodi. (wikipedia)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh62-KcCFZ1guT5AFqlhRIiUbAu-RLsqwuRVjSYabq-5yamZEPaSaK9WxmTecVTOKsHFahJw6UevqNE7pmi82SO-4HoU1gOvaGD8ej7jB3iPoV6_yADqxEmBBNfFnWR0eqzMlZTfZ_sAdE/s400/play-piano.jpg


Dari definisinya sudah jelas, kord terbentuk dari beberapa nada. Lalu bagaimana kita membentuk sebuah kord? Sama halnya seperti membuat tangga nada di mana kita berpatok pada pola interval, dalam membentuk kord juga ada pakemnya.

Kali ini akan dibahas bentuk kord yang disebut Triad,merupakan bentuk kord yang paling umum digunakan. Kord jenis Triad terdiri dari tiga buah nada yaitu root, third, fifth. Apa maksudnya root, third, fifth? Root, third, fifth adalah istilah dari tiga buah nada yang digunakan dalam membentuk kord Triad.

Sebagai ilustrasi, penjelasan dilakukan menggunakan tangga nada mayor dengan nada dasar C, alasannya tangga nada diatonik mayor dengan dasar C dapat dengan mudah diidentifikasi pada piano/keyboard.

Menggunakan nada dasar C dapat memudahkan Jika Anda belum terbiasa memainkan tangga nada, caranya cukup mainkan tuts keyboard berwarna putih Anda sudah dapat membentuk tangga nada mayor dengan nada dasar C. (perhatikan lagi video 1, hanya tuts putih yang dimainkan untuk membentuk sol mi sa si secara utuh).

Contoh Kord Triad terlihat seperti gambar di bawah:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpL4YFBJ1xer0FHJZbvKEfGWJpLb48MGrHZC_gKc17xKo4xHroBcV6VxcbOk33vESZA-bliQFJpS9qMHmL9pEgdCO47iUFOE5daWaZ6tI3mKSmffxNsR9DmGsh-I0yabvbTwiSuiJ5ttU/s1600/gambar3.jpg
Triad Chord (Gambar 3)
Penjelasan:

Area Merah
Kord Triad di mana tiga buah nada digunakan

Lingkaran Orange
Merupakan Root dari sebuah kord, yaitu nada dasar kord (hati-hati, jangan tertukar antara nada dasar kord dengan nada dasar tangga nada). Menurut gambar Root-nya adalah ‘C’.

Lingkaran Biru
Merupakan Third, yaitu nada kedua dari kord Triad. Dari gambar kita dapat mengerti kenapa disebut third, nada kord merupakan nada ketiga dari root berdasarkan urutan tangga nada yang digunakan.

Lingkaran Hijau
Lingkaran ini adalah Fifth, merupakan nada kelima dari root berdasarkan urutan tangga nada.

Masih bingung? Perhatikan gambar ini:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyQluT3ZrpJQvlgkTT7XOWBuFi7UU24cvQE3qMoN-gI_zpEcXEChpMQuNXYWH5oAu0FvlTa1zDZ28iVSd4AukN3vNzBm5REcyQzsa1GOlGlGf2g9wDMkftWqG8G-NE9X7gIG_PRF7AB2w/s400/gambar4.jpg
(Gambar 4)
Penjelasan gambar:
Supaya tidak bingung, pertama perhatikan nada dasar tangga nadanya terlebih dahulu. Saya ulang lagi, ilustrasi gambar merupakan tangga nada C di mana hanya tuts putih  yang digunakan untuk membentuk tangga nada ini. Lalu buat kord C dengan formasi Triad, karena kord C maka root adalah nada C, third adalah E dan fifth adalah G.

Supaya lebih jelas perhatikan lagi gambar di bawah ini:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgovQvNeOEFSzCGWdyOv-y8gT36g67LpKeLs1hDx1kNX40X_ZcwT1fE30QG8LiP31NcYHsGh-FsZ5cWZxbwNZh9OD0PfEK2QdunK1acR9kJlH7PZegSUnHryl1Mmi9mJ_y_F7Ksbng5E6Q/s400/gambar5.jpg
(Gambar 5)
Dari gambar 5 root adalah E/mi, F/fa kita lewati dan berlanjut ke third yaitu G/sol, lewati A/la dan B/si adalah fifth. Kesimpulannya root, third dan fifth dapat Anda bentuk dengan cara memberi jarak sebanyak satu buah nada berdasarkan urutan tangga nada.

Sekarang kita sudah mengerti bagaimana membuat kord triad. Anda bisa praktek membentuk kord dengan cara di atas, Anda bebas menentukan di manapun Anda ingin membentuk kord triad. Untuk latihan gunakan tangga nada diatonik C agar lebih memudahkan.

Perlu diingat, tangga nada diatonik selain C terdapat nada-nada kres/mol (tuts berwarna hitam) di dalamnya. Jika Anda mengganti dengan nada dasar lain jangan lupa untuk memastikan pola interval tangga nadanya lalu pilih root dan hitung third dan fifth sesuai urutan tangga nada untuk membentuk kord.

Bagi yang tidak punya piano/keyboard untuk praktek, bisa menggunakan software. Bagi yang menggunakan software fruityloops Anda bisa gunakan FL Keys dengan mengaktifkan fitur Piano Keyboard, dengan fitur ini Anda dapat menjadikan keyboard komputer sebagai pengganti tuts piano.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78i0x9cP33fLOFD3utf-kWsXIXCA7DINxpEYi-a7XiddQYOOpAr-SnhOiZol56Tezdo0NXduANf3RB_zhC8UO7adfyJUUONmYtlX1lLF-C-8yvPglHR0UCrK1JXf_6XJ_b4xxe-QTfHY/s1600/gambar6.jpg
(Gambar 6)
Aktifkan dengan cara klik area berwarna hijau (gambar 6) dan berikut ini adalah tombol-tombol keyboard yang digunakan sebagai tuts piano:

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNWMNyI_9zE8YG7kvvIYOBnPWPWEjttGNIow3hXHzQxlg_MfQqM_23-bqWAhv34bQyinnPn7TVg1bN-PQAaM81viWGr-jlU55xiTWmsnu6aBjj_Bcrl2sbMBs5fx4lhaZWAlA03jRQ69M/s1600/gambar7.jpg
Computer Keyboard as MIDI Controller (Gambar 7)

Permainan dilakukan secara asal, jika kita sudah mengerti dasar konsepnya kita dapat sesuka hati menentukkan kord yang kita inginkan.

Bentuk Kord Triad merupakan salah satu dari bermacam variasi kord dalam musik. Tutorial ini juga dapat diterapkan pada instrumen apapun selain piano, asal memenuhi persyaratan interval dan lain-lainnya.

Rangkuman dan istilah-istilah yang harus diperhatikan:

Tangga Nada
Tangga Nada diatonik: interval 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½
Nada Dasar Tangga Nada

Chord
Nada Dasar Sebuah Kord : Root
Kord Triad: Root, third, fifth

*Bedakan beberapa istilah-istilah penting di atas
Step Membentuk Kord:
  1. Tentukan “nada dasar” dari sebuah “tangga nada”.
  2. Setelah “nada dasar” “tangga nada” ditentukan, temukan nada-nadanya dengan menerapkan “pola interval” “diatonik” dari "nada dasar" pilihan (interval 1, 1, ½, 1, 1, 1, ½).
  3. Setelah “tangga nada” ditemukan, buat kord “Triad” dengan menentukan “root”/”nada dasar kord” terlebih dahulu. “Root” harus merupakan “nada” yang terdapat dalam “tangga nada”.
  4. Terakhir, tentukan “Third” dan “Fifth” berdasarkan “root” dan “tangga nada”.
Tutorial ini adalah dasar dari bermusik, saya sarankan untuk mencari referensi lainnya untuk melengkapi. Akhir kata, teruslah belajar untuk menjadi yang tebaik, selamat mencoba.

MODUS dalam dunia bermusik



7 modus nada dan penggunaannya

Scale kita gunakan untuk bisa lebih meng-explore juga membuat perbedaan ‘suasana’ dalam sebuah komposisi atau improvisasi,permainan modus membuat teman2 semua tidak terpaku pada sebuah scale(tangga nada) yang seharusnya kita mainkan pada Akor atau kunci(root) dalam sebuah susunan harmoni yang baku.
Contohnya ada statement: “pokoknya akor C mayor ,area improvisasi hanya C maj scale saja!!”,, Bukan seperti teman.. Scale membuat kita lebih luas dalam mengexplore sebuah akor..!! dan teman2 akan menemukan suasana2 baru dalam improvisasi..heheheh..seru …..sama kayak lagi jalan2 aja…hahahahah
Jadi Siapkan Gitar anda dan setem baik2 !!!!!!
Nah yang saya ini adalah pemahamannya saya,mungkin teman2 ada pemahaman lain.silahkan shareJ
Pertama – tama:

Ada beberapa modus dasar yang mungkin teman2 canggung waktu dengar..
Ionian,mixolydian,locrian, dsb..!!eeiittsss….apa ini?? sejenis makanan ringan kah??? hehehehe….tak usah takut sobat..!!sante aja…
Ada 7 modus dasar yang teman2 mesti tau.. yaitu :

1.    Ionian
2.      Dorian
3.      Phyrgian
4.      Lydian
5.      Mixolydian
6.      Aeolian
7.      Locrian

Lihatlah daftar makanan ringan diatas…hahahahah…!!!

Sebenarnya jangan dipikir susah2 teman2..!! cukup teman2 semua hafal 1 tangga nada saja..yaitu MAJOR SCALE (tangga nada mayor) yang tersusun dari (Do,Re,Mi, Fa, Sol, La Si,Do) dari semua root (akar nada atau ‘Do’ nya) Nah ini saya susun trik-trik pemahamannya yang mudah dimengerti.. mungkin dari Root C dulu :

1.    C Ionian = mainkan mayor scale dari root itu sendiri yaitu :
C D E F G A B C
Jarak nadanya: 1 1 ½ 1 1 1 ½

Jadi untuk main C Ionian sama saja dengan kita main C mayor scale..hehehe,,gampang kan?..
*Akor penerapannya lebih cocok ke akor mayor (C major chord)
C ionian = C D E F G A B C
Kalo kita ambil nada ke-1,ke-3 dan ke-5 nya
Maka kita dapat (C E G) = (1 3 5) = Triad Mayor

\m/Lagu anak2 juga pake modus ini..hahahha

2.    C Dorian = mainkan mayor scale dari 1 nada di belakang root,,
Dalam kasus ini C adalah rootnya, jadi kita gunakan Bb mayor scale, patokan kita tetap pada Bb scale namun tidak boleh lupa bahwa C sebagai Root (akar),
Dengan kata lain, C menjadi ‘Re’ dari Bb Mayor Scale..

Bb mayor scale: Bb C D Eb F G A Bb
C Dorian menjadi : C D Eb F G A Bb C
Jarak nadanya : 1 ½ 1 1 1 ½ 1
Perbedaannya Bb scale dengan C dorian cuma nada ‘C’nya digeser menjadi root(1) saja tapi isi scalenya tetap sama..gampang kan!!hehehehehe..

*Akor penerapannya lebih cocok ke akor minor (C minor chord)
Kalo kita ambil nada ke-1,ke-3 dan ke-5 nya
C Dorian: C D Eb F G A Bb C
Maka kita dapat (C Eb G) = (1 b3 5) = Triad Minor

\m/Biasanya dipake pada musik2 funk, fusion, jazz, blues, rock(tertentu)

3.     C Phyrgian = mainkan mayor scale dari 2 Nada dibelakang root,,
jika C rootnya maka yang teman2 semua harus pake yaitu G# mayor scale, seperti dorian diatas,patokan kita G# mayor scale namun tidak boleh lupa bahwa C adalah rootnya, dalam kasus Phrygian maka C menjadi ‘Mi’ dari G# mayor scale.

G# mayor scale : G#  A#(Bb)  C  C#  D#  F  G  G#
C Phrygian menjadi : C  C#  D#  F  G  G#  A#(Bb)  C
Jarak nadanya : ½ 1 1 1 ½ 1 1
Yah Cuma digeser saja,,awalnya C adalah ‘mi’ dari G# mayor scale,,namun di C phyrgian C menjadi ‘Do’ rootnya.
*Akor penerapannya lebih cocok ke akor minor (C minor chord)

Kalo kita ambil nada ke-1,ke-3 dan ke-5 nya
C Phrygian : C  C#  D#(Eb)  F  G  G#  A#(Bb) C
Maka kita dapat (C D#(Eb) G)=(1 b3 5) = Triad Minor
\m/Kadang di pake dalam improvisasi jazz juga,,kalo yang DT(dream theater) seringnya pake phrygian mayor(modul selanjutnya).

4.     C Lydian = mainkan Nada ke 5 dari susunan scale dasar
Dalam hal ini C sebagai root,jika C mayor scale = C,D,E,F,G,A,B,C
Jadi nada ke-5 nya yaitu G,,maka yang kita gunakan untuk C Lydian adalah G mayor scale.
Maka C menjadi ‘Fa’ dalam G mayor scale

G mayor scale : G A B C D E F# G

C Lydian menjadi : C D E F# G A B C

Jarak nadanya : 1 1 1 ½ 1 1 ½

Awalnya C adalah ‘Fa’ dari G major scale namun pada C Lydian C kembali menjadi ‘Root (1)’

*Akor penerapannya lebih cocok ke akor Mayor (C major chord)

Kalo kita ambil nada ke-1,ke-3 dan ke-5 nya
C Lydian menjadi : C D E F# G A B C
Maka kita dapat (C E G) = (1 3 5) = Triad Mayor
\m/ banyak di lagu2nya Steve Vai, Joe Satriani . Paling jelas di intro konsernya Steve Vai dan Nely Furtado waktu di Grammy Award.

5.    C Mixolydian = mainkan Nada ke 4 dari susunan scale dasar
Dalam hal ini C sebagai root ,jika C mayor scale = C,D,E,F,G,A,B,C
Jadi nada ke-4 nya yaitu F,,maka yang kita gunakan untuk C Mixolydian adalah F mayor scale.
Maka C menjadi ‘Sol’ dalam F mayor scale

G mayor scale : F G A Bb C D E F

C Mixolydian menjadi : C D E F G A Bb C

Jarak nadanya : 1 1 ½ 1 1 ½ 1
Awalnya C adalah ‘Sol’ dari G major scale namun pada C Mixolydian C kembali menjadi ‘Root (1)’

*Akor penerapannya lebih cocok ke akor Mayor (C major chord)

Kalo kita ambil nada ke-1,ke-3 dan ke-5 nya
C Mixolydian: C D E F G A Bb C
Maka kita dapat (C E G) = (1 3 5) = Triad Mayor
\m/ Coba dengar Glasgow Kiss,penuh dengan modus ini…hahahha

6.    C Aeolian
C Aeolian adalah tangga nada C minor natural atau mungkin untuk lebih gampangya mainkan scale mayor 1 ½  Nada didepan nada dasar dalam hal ini C sebagai root..
Jadi 1½ nada di depan C yaitu Eb(D#),,maka yang kita gunakan untuk C Aeolian adalah Eb Mayor Scale.
Maka C menjadi ‘La’ dalam Eb Mayor Scale




Eb mayor scale : Eb F G Ab Bb C D Eb

C Aeolian menjadi : C D Eb F G Ab Bb C
Jarak nadanya : 1 ½ 1 1 ½ 1 1

Awalnya C adalah ‘La’ dari G major scale namun pada C Aeolian C kembali menjadi ‘Root (1)’

*Akor penerapannya lebih cocok ke akor minor (C minor chord)

Kalo kita ambil nada ke-1,ke-3 dan ke-5 nya
C Aeolian : C D Eb F G Ab Bb C
Maka kita dapat (C Eb G) = (1 b3 5) = Triad Minor
\m/Banyak dilagu2 yang bernuansa minor.

7.    C Locrian = mainkan scale mayor ½  Nada didepan nada dasar
Dalam hal ini C sebagai root..
Jadi nada ke ½ didepannya yaitu C#(Db),,maka yang kita gunakan untuk C Locrian adalah C#(Db) Mayor Scale.
Maka C menjadi ‘Si’ dalam C#(Db) mayor scale

C# mayor scale : C# D# F F# G# A# C C#

C Locrian menjadi : C C# D# F F# G# A# C

Jarak nadanya : ½ 1 1 ½ 1 1 1

Awalnya C adalah ‘Si’ dari C# major scale namun pada C Locrian C kembali menjadi ‘Root (1)’.

*Akor penerapannya lebih cocok ke akor Diminished (C Diminished chord)

Kalo katong ambil nada ke-1,ke-3 dan ke-5 nya
C Locrian: C C# D# F F# G# A# C
Maka kita dapat (C Eb F#(Gb) ) = (1 b3 b5) = Triad Diminshed
\m/Locrian banyak dipake di improvisasi2 jazz pada akor2 m7-5, 7-9 atau 7+5 atau terkadang ‘sedikit’ digunakan d Neo classic rock namun lebih ke Triad Diminished, contoh pecandu Diminished yaitu Yngwie dan kawan2…hehehheheh

Jarak nada dari masing2 modus :
1.Ionian                     :           1 1 ½ 1 1 1 ½           
2.Dorian                     :           1 ½ 1 1 1 ½ 1           
3.Phyrgian                :           ½ 1 1 1 ½ 1 1
4.Lydian                     :           1 1 1 ½ 1 1 ½
5.Mixolydian             :           1 1 ½ 1 1 ½ 1
6.Aeolian                   :           1 ½ 1 1 ½ 1 1
7.Locrian                   :           ½ 1 1 ½ 1 1 1
(Mirip matrix waktu katong SMP dulu..hahhahaah)

Lihat Cara berpikir Cepat tanpa hafal !! cukup tau major scale dari tiap root (akar ’Do’) dan semua bentuknya atau shapenya, berikut ini !!:

a.    Ionian       : mainkan major scaleroot tersebut!!
b.    Dorian      : mainkan mayor scale dari 1 nada (2 fret) dibelakang root tersebut!
c.    Phyrgian  : mainkan mayor scale dari 2 nada (4 fret) dibelakang root  tersebut!
d.    Lydian      : mainkan mayor scale dari nada ke 5 dalam root tersebut !!
e.    Mixolydian: mainkan mayor scale dari nada ke 4 dalam root tersebut!!
f.     Aeolian    : mainkan mayor scale dari 1 ½ nada(3 fret) di depan root tersebut!!
g.    Locrian     : mainkan mayor scale dari ½ nada(1 fret) di depan root tersebut !!

Done..!!!!!!!!!! selesai persoalan…heeheheheheh






Kesimpulan dan tips :

-       *   Sebenarnya yang terjadi di rumus jarak nada tiap modus diatas ini Cuma pergeseran saja!! hahaah,,Cuma digeser2 ke kiri aja,,,kalo sudah lewat yah tambah ke belakang,, sangat mudah !!!!…heheheeh
(Kalo waktu d SMP dulu sama seperti MATRIX 7x7 ….hihihihihihhhi ).

-       * Coba dulu pada one chord (ditahan di satu akor) lalu rasakan suasana modusnya dan diingat2 suasananya ( eeeennnnaaakkkk  )

-   * Bisa gunakan looping untuk merekam akor,bisa juga minta tolong teman yang membantu blocking akor Lalu kita mainkan dan pindah2kan modusnya. (kalo teman gak mau silahkan ditonjok!!!hahahaha)

-    * Pada dasarnya kita Cukup menghafal Mayor scale saja,tinggal bagaimana kita punya cara berpikir yg cepat, contohnya: kalo saya mau maen dorian, saya langsung berpikir maen scale mayor 1 nada (2 fret) di belakangnya..!! Kalo nada dasar C berarti pake Bb mayor scale,,kalo G berarti F,, kalo Eb berarti Db!!
Begitupun dengan modus2 lainnya harus dilatih ditiap2 Root. (Kalo pusing boleh ngerokok dulu,jangan paksa bro!!hahahahah )

-          *Coba banyak dengar2 lagu n instrument gitaris2 handal dunia,,dan tinjau modusnya

-     * Terapkan dulu modus yang inside (sesuai dengan chordnya) baru mulai beralih ke arah yang lebih ‘sesat’ (outside)… hahahahaahh..

-          * Latih fingering dan picking dengan setiap sequence(putaran)nya dengan teratur dan disiplin.

-       *Untuk akor penerapan bisa dipakai akor dengan tambahan seventh (7),dominant(b7), 9, 11, 13 tinggal ditambahkan pada pengambilan nada.
Contohnya: nada yang ingin diambil : 1 3 5  7 atau 1 3 5 b7 dsb maka akornya bisa lebih detail.

-    Modus2 dasar diatas bisa dikembangkan lagi menjadi modus2 yang lebih manis dan ‘nakal’ ditelinga seperti Mixolydian b6, Lydian b7, Superlocrian, Lydian #5 dkk… (ini bukan makanan ringan lgi nih..hahahha,, ini sudah makanan pokok kyk jagung dan beras!!! ckckckck)
Tapi nanti baru saya coba jelaskan lagi yah,, di tulisan ke depan tapi sebenarnya saya juga masih belajar (ssssssttttttt……… diam2).

Thx...!!GB